Gerhana Bulan Total Akan Terjadi Pada 15 April

Sebagian masyarakat Indonesia dalam waktu dekat ini akan dapat menyaksikan fenomena alam Gerhana Bulan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gerhana bulan total akan terjadi pada 15 April 2014.

“Gerhana ini dapat diamati dari wilayah Indonesia kecuali Jawa bagian barat, Kalimantan bagian barat dan Sumatera,” kata Kepala BMKG Andi Eka Sakya di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, wilayah Indonesia hanya dapat mengamati bagian akhir dari proses gerhana bulan tersebut. Pada gerhana bulan total, bulan akan tepat berada pada daerah umbra, yaitu bayangan inti yang berada dibagian tengah sangat gelap pada saat gerhana bulan.
Gerhana bulan total, menurut dia, juga akan bisa diamati dari Afrika bagian barat, Eropa bagian barat dan Samudera Atlantik saat bulan sedang terbenam. Seluruh proses gerhana akan dapat diamati dari Amerika Selatan bagian barat dan Amerika Utara serta Samudera Pasifik bagian timur.

Proses gerhana pada saat bulan terbit dapat diamati di Samudera Pasifik bagian barat, Australia dan Asia bagian timur. Namun keseluruhan proses gerhana tidak dapat diamati dari daerah Asia, Afrika bagian timur dan Eropa bagian timur.

Gerhana diperkirakan terjadi empat kali selama 2014 yaitu gerhana bulan total pada 15 April, gerhana matahari cincin pada 29 April, gerhana bulan total pada 8 Oktober dan gerhana matahari sebagian pada 23 Oktober 2014.

Tapi berhubung di wilayah Kebumen saat ini sedang sering hujan kalau malam hari, ya mungkin akan sedikit kesulitan untuk dapat melihat gerhana bulan yang akan terjadi. Well, meskipun tidak dapat melihat gerhana bulan, tapi tetap sholat gerhana ya..

Sumber: Kota Kebumen

Jangan Jual Hak Suara Anda

Tanggal 09 April kemarin kita telah melaksanakan pemilu untuk memilih para wakil kita yang akan duduk di kursi DPR RI, DPRD Provinsi, DPD, dan DPRD Kabupaten. Sudahkah Anda memberikan hak suara Anda? Ataukah justru tidak ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi ini?

Pemilu yang kita langsungkan pada 09 April lalu mungkin dapat dikatakan semakin jauh dengan prinsip LUBER yang seharusnya menjadi prinsip dalam pelaksanaan pemilu.

Politik uang yang marak terjadi menjadi sebuah dilema yang selalu menghantui dalam pelaksanaan pemilu.

Di satu sisi, para caleg menginginkan agar dirinya dipilih oleh masyarakat sehingga melakukan berbagai cara termasuk diantaranya politik uang. Di sisi lain, masyarakat masih belum menyadari sepenuhnya tentang arti penting dalam memilih para wakil yang diharapkan dapat benar – benar mewakili aspirasi mereka dan memperjuangkannya demi kesejahteraan rakyat.

Saya merasa kunci utama terlaksananya pemilu yang benar – benar menghasilkan para wakil rakyat yang berkualitas adalah di tangan rakyat itu sendiri sebagai pelaksana pesta demokrasi. Saya pernah mendengar berita di sebuah stasiun TV bahwa ada sebuah desa di daerah Yogyakarta yang mana warganya tidak akan menerima “uang wuwuran” dari para caleg.

Ketika masyarakat sudah tidak lagi mempan dengan iming – iming uang, maka para caleg memang harus benar – benar “qualified” agar dirinya dipilih oleh masyarakat.

Mengantri selama + 1 jam di TPS untuk memberikan hak suara dan kebebasan memilih pemimpin yang sesuai dengan hati nurani kita tidaklah sebanding dengan uang 20-an ribu yang mana kita tidak lagi bebas dalam menentukan pilihan para wakil rakyat yang akan duduk di kursi DPR.

Mungkin cukuplah sampai di pemilu 2014 ini dimana politik uang masih marak terjadi. Kita berharap semoga di pelaksanaan pemilu selanjutnya, masyarakat lebih menyadari arti penting pesta demokrasi ini dan tidak membiarkan hak suaranya dibeli hanya dengan harga 20-an ribu karena memang satu suara Anda akan menentukan nasib bangsa berikutnya. Pilihlah calon pemimpin yang memang benar – benar berkualitas.

Menghadapi Masalah “Ini Masalah Kita”

Kalimat Bijak dalam Pertengkaran: “Ini Bukan Hanya Masalah Kamu, Tetapi Masalah Kita Berdua

Dalam sebuah jalinan relationship/sebuah hubungan, pastilah tidak bisa terlepas dari suatu ketidak sepahaman atau perbedaan pendapat yang memang wajar terjadi dan terkadang dapat berpotensi menimbulkan konflik yang dapat berujung pada keretakan hubungan bilamana konflik ini tidak dapat di manage dengan baik.

Salah satu cara untuk me-manage konflik dalam sebuah hubungan baik itu hubungan keluarga, hubungan dengan teman, hubungan dengan rekan kerja, dan berbagai bentuk hubungan lainnya yakni dengan memandang sebuah masalah yang terjadi tidak hanya dari satu sudut pandang saja, yakni “ini masalahku”, ataupun “itu masalahmu”, namun lebih kepada “ini masalah kita berdua.”

Ketika masing – masing pihak dapat menyadari sebuah masalah sebagai masalah bersama, maka kecenderungan untuk saling menyerang ataupun strategi bertahan akan dapat segera cair dalam suasana yang lebih kondusif dan nyaman serta dengan pikiran yang lebih tenang dan dingin sehingga akan memungkinkan munculnya ide – ide pemecahan masalah yang jauh lebih baik dan lebih menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Ketika menyebut sebuah masalah hanya dari satu sudut pandang saja, sifat egoistis lah yang cenderung menang dan hanya akan memunculkan hubungan kalah/menang ataupun menang/kalah dan bukan win/win solution yang jauh lebih bermanfaat bagi kedalaman hubungan di jenjang berikutnya.

Jadi, mulai sekarang bilamana ada permasalahan yang sedang kita hadapi dalam sebuah hubungan yang kita jalani, pandanglah permasalahan tersebut dan komunikasikan secara baik dengan menjadikan permasalahan tersebut sebagai permasalahan bersama yang harus segera dicarikan win/win solusinya, agar tidak berlarut – larut.

Ketika sebuah permasalahan dapat diselesaikan dengan baik oleh kedua belah pihak, jadikan permasalahan tersebut sebagai yang terakhir kalinya dan jangan sampai terulang di masa mendatang serta jadikan sebuah masalah tersebut bukan sebagai hal yang merenggangkan sebuah hubungan, namun justru sebagai perekat yang semakin mempererat dan memperdalam hubungan dengan pasangan, dengan teman, dengan rekan kerja, dan berbagai bentuk hubungan lainnya yang positif demi kemajuan bersama.

Semoga bermanfaat.

Yang Dekat Yang Kepenak

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah berangkat sekolah di Kebumen dengan menggunakan sepeda. Saya menempuh jarak sekitar 25 Km dan membutuhkan waktu tempuh + satu jam setengah untuk sampai di tempat tujuan.

Ketika pulang dari sekolah, biasanya sekitar pukul enam malam, karena sholat maghrib dulu baru pulang. O iya, saya masuk sore, jadi pulangnya malam. Ketika di jalan, saya berpapasan dengan bapak – bapak yang mungkin saja baru pulang dari mencari rumput di sawah karena di boncengannya ada karung berisi rumput. Ada juga ibu – ibu yang membawa dua buah keranjang di boncengannya, sepertinya baru pulang dari berdagang di tempat jauh dan akan pulang menuju rumahnya.

Di satu sisi saya melihat mereka adalah para pejuang dimana mereka bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya dari pagi hari dan baru bisa pulang ke rumah pada malam hari. Di sisi lain, saya bertanya pada diri sendiri, sebegitu beratkah hidup ini untuk dijalani? Maklum, saya belum mempunyai beban tanggungan yang berarti.

Apakah itu semua adalah sebuah bentuk ujian hidup, ataukah sebuah kesempitan hidup yang ditimpakan kepada kita karena jauhnya kita dari-Nya?

Kesulitan/kesempitan hidup yang sedang kita alami, seperti halnya banyak hutang yang belum bisa dilunasi, ada anggota keluarga yang sakit dan memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit, usaha yang cenderung merugi, pekerjaan yang tidak kunjung selesai dan dengan keuntungan yang sedikit, serta banyak kesulitan hidup lainnya sedikit banyak mungkin karena kita yang terlalu jauh dari-Nya.

Kita kurang memperhatikan sholat, dan cenderung melalaikannya, bahkan mungkin dengan ringan meninggalkannya. Sedekah tiap bulan yang hitungannya bisa dihitung dengan jari atau mungkin malahan tidak pernah bersedekah, serta kurangnya amal – amal ibadah kita lainnya.

Sudah seharusnya ketika kita merasa hidup ini terasa sempit, dimana saja ada hal yang menjadi masalah, sudah saatnya bagi kita untuk kembali menelaah dan instropeksi diri, dengan tanpa kita sadari sudah begitu jauh kita meninggalkan-Nya, dan berpaling dari-Nya.

Sudah saatnya kita kembali mendekatkan diri agar kesulitan hidup yang kita alami dapat segera diangkat dan digantikan dengan kelapangan hidup dari-Nya.

Memang untuk menjadi orang yang “kepenak” itu sebenarnya mudah, caranya yakni dengan kita menjadi orang yang dekat. Baik itu dekat dengan pemimpin, dekat dengan ulama, dekat dengan orang soleh, dekat dengan anak yatim, dekat dengan orang miskin agar kita dapat senantiasa bersyukur, dekat dengan sanak saudara, dekat dengan orang tua, dekat dengan suami/istri, dekat dengan anak, dekat dengan teman, dan berbagai kedekatan lainnya, dan yang terpenting yakni dekat dengan-Nya.

Kesempitan hidup yang kita jalani adalah sebuah nasehat bagi kita untuk segera kembali kepada-Nya. Setelah kembali kepada-Nya dan kesempitan hidup kita telah diangkat oleh-Nya, janganlah kemudian kita kembali berpaling dari-Nya. Tetaplah dekat dan semakin mendekat, karena yang dekat itu membuat kita “kepenak”.

Pagi hari usahakan dapat melaksanakan sholat subuh berjama’ah, kemudian i’tikaf sekira 30 menit di masjid/mushola, bahkan kalau bisa hingga sekira matahari terbit. Setelah itu jangan lupa melaksanakan sholat dhuha 6 raka’at sebelum memulai aktivitas agar segala kebutuhan kita di hari ini dicukupkan oleh-Nya. Senantiasa mengingat-Nya di setiap aktivitas yang kita lakukan agar diberikan keberkahan dan kemudahan serta kelancaran semua urusan. Dan berbagai ibadah lainnya yang saya percaya Anda lebih paham daripada saya yang masih awam.

Semoga kita semua dapat menjadi hamba yang dekat dengan-Nya, amiin..

 ~

Lowongan Kerja Di PT. BPR Kartasura Deadline 30 April

PENGUMUMAN No.747/BPR/KSB/KTA/III/2014

LOWONGAN PEKERJAAN

PT. BPR. Kartasura Saribumi adalah lembaga keuangan perbankan berkantor pusat di Kartasura Sukoharjo, saat ini memiliki jaringan kantor 1 Kantor Pusat Operasional dan 12 Kantor Cabang tersebar di wilayah Jawa Tengah.

PT. BPR Kartasura Saribumi cabang Kutoarjo bermaksud menerima pendaftaran calon pegawai baru dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Pria/Wanita Usia maksimal pada tanggal 30 April 2014 = 27 tahun

Surat pernyataan belum pernah menikah Ijazah minimal D3 atau S1 IPK minimal 2,75

Terampil mengoperasikan komputer

Foto copy KTP yang masih berlaku,

Foto ukuran 4×6 berwarna 4 lembar.

SKCK Surat pernyataan sanggup ditempatkan di seluruh wilayah kerja PT. BPR Kartasura Saribumi di wilayah Jawa Tengah

Surat lamaran ditujukan kepada: Pimpinan PT.BPR Kartasura Saribumi cabang Kutoarjo Jl. P. Diponegoro No.06 Kutoarjo Telp/Fax. (0275) 641283

Paling lambat 30 April 2014 cap POS.

Tanggal pelaksanaan tes akan diberitahukan lebih lanjut.

Demikian pengumuman ini disampaikan.

PT.BPR.Kartasura Saribumi Cabang Kutoarjo

ttd Heru Sapto Adi

Pemimpin Cabang